Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3



Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Padang Pariaman melakukan operasi pekat yang di back up oleh personil Polres Padang Pariaman pada hari Rabu tanggal 16 Mei 2012 dini hari. Pada kegiatan tersebut personil berhasil mengamankan 2 (dua) orang wanita yang diduga berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Ke duanya di amankan di kawasan Pasar Baru/Grosir Kasang, Kec. Batang Anai.

Operasi pekat yang dilakukan di bawah Koordinator Akhiruddin. RM, S. Sos selaku Kasi Linmas bergerak dari Mako Pol PP Lubuk Alung ke daerah-daerah yang di sinyalir sebagai kawasan yang sering di jadikan sebagai ajang perbuatan maksiat. Awalnya tim bergerak menyusuri kawasan Lubuk Alung kemudian daerah Batang Anai dan berhasil mengamankan 2 (dua) wanita malam setelah itu tim bergerak ke wilayah lainnya di Kabupaten Padang Pariaman. Pada saat tim turun ke lokasi alek nagari Pauh Kamba di amankan juga barang bukti berupa miras sebanyak 5 (Lima) botol terdiri atas TKW 3 (tiga) botol dan WN sebanyak 2 (dua) botol.



“Kami dengan tangan terbuka menerima dan menghimpun laporan-laporan dari masyarakat khususnya yang berkaitan dengan penyakit masyarakat ini, karena jika tidak ada kerjasama yang baik antara aparat dengan masyarakat, mustahil segala bentuk penyakit masyarakat ini dapat di hapus dari wilayah Kabupaten Padang Pariaman” ujar Akhiruddin. RM, S. Sos selaku Koordinator pada Operasi Pekat tersebut.
Dengan terjaringnya ke dua wanita malam tersebut, diharapkan mempunyai efek jera kepada pelaku-pelaku lainnya sehingga wilayah Kabupaten Padang Pariaman bersih dari praktek-praktek prostitusi baik yang secara nyata maupun yang terselubung.





Penertiban yang dilakukan oleh Seksi Opsdal & Trantib pada tanggal 25 Oktober 2011 telah menghasilkan terjaringnya 19 (sembilan belas) pelajar yang tidak mematuhi ketentuan sekolah. Sebelumnya, pihak sekolah sudah kewalahan dalam menghadapi hal-hal seperti ini.

 "Generasi muda harus diselematkan....untuk itu perlu juga kesadaran dari para pelajar agar mengerti tugas dan tanggung jawab sebagai pelajar" ujar Kasi PP Kapasitas Satpol PP Kab. Padang Pariaman

"Pengambilan data dan keterangan pelajar yang terjaring serta pemberian arahan dan pembinaan"
oleh Kasi Penyidikan dan Penuntutan Satpol PP Kab. Padang Pariaman




Satpol PP Padangpariaman Kekurangan Anggota
Kabupaten - Kab. Padangpariaman
Saturday, 20 August 2011 23:34

Ali Mukhni
Padangpariaman, SitinjauNews - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, kekurangan anggota karena hanya memiliki 87 personel yang tersebar di 17 kecamatan di kabupaten itu.

"Kami memang kekurangan personel. Satpol-PP Padangpariaman masih tipe B dengan anggota kurang dari 100 orang," kata Kepala Satpol PP Padangpariaman, Amiruddin mewakili Bupati Ali Mukhni, di Pariaman, Sabtu (20/8/2011).

Dia mengatakan, idealnya jumlah anggota itu 1 orang per500 penduduk.

Jika jumlah warga di Padangpariaman hampir mencapai 400 ribu jiwa, katanya, berarti lebih dari 500 anggota yang dibutuhkan.

Untuk piket di masing-masing kecamatan saja, sudah terpakai anggotanya sebanyak 60 orang.

Akibat kekurangan personel tersebut, pihaknya kesulitan untuk turun ke lapangan mengurus persoalan ketertiban.

Dia enjelaskan, untuk satuan yang bertipe A baru dimiliki Satpol PP Provinsi Sumbar.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010, Satpol PP Tipe A apabila variabel besaran organisasi perangkat daerah mencapai nilai lebih dari atau sama dengan 60.

Satpol-PP Tipe B apabila variabel besaran organisasi perangkat daerah mencapai nilai kurang dari 60.

Namun demikian, pihaknya akan mengusulkan agar satuannya naik tipe menjadi tipe A sehingga anggotanya dapat mencapai 300 personil.

"Pengusulan itu kita sampaikan ke DPRD dan sedang dalam pembahasan," katanya.

Sementara itu, baru dipindahkannya Kantor Satpol PP Padangpariaman ke pusat kecamatan Lubuk Alung, menurut dia, lebih efektif dibandingkan ketika masih di Kota Pariaman.

Di Lubuk Alung, katanya, lokasi yang rawan lebih mudah dijangkau, karena bagian utara yang dekat dengan Kota Pariaman lebih sepi. (004/ant/*/sun)